PEMIMPIN = “PD”

31 05 2009

IN LOVE VALLEY MANADOPara pemimpin yang cerdik hanya mempercayai sebagian yang didengarnya. Para pemimpin yang memiliki pengertian mengetahui bagian mana yang harus dipercayainya.

Tanggal 8 Juli 2009 yad menjadi tanggal yang istimewa bagi bangsa Indonesia karena pada tanggal tersebut akan diselenggarakan pesta demokrasi yakni pemilihan presiden dan wakil presiden RI periode 2009-2014. Berbagai komentar yang dilontarkan baik yang bersifat positif maupun negatif telah banyak diberitakan oleh berbagai media massa, yang nota bene sebenarnya ingin membangun opini publik sekaligus membuat saya bingung sendiri, hari gini koq masih ada saja yang menyinggung masalah SARA, kacian deh…!!!

Berbicara tentang pemimpin, tentunya kita mendambakan seorang pemimpin yang arif dan bijaksana. Seorang pemimpin yang sukses, baik itu pemimpin bangsa/negara atau pemimpin dimana saja, terletak pada kualitas karakter dari individu ybs. Hal ini tentu saja sangat berhubungan dengan kepercayaan diri individu tersebut. You can imagine bila seorang pemimpin itu tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi alias kurang percaya diri (KPD). Menurut seorang psikolog, sebagian ciri orang yang percaya dirinya rendah antara lain sbb:
1. terlalu sensitif atau perasa, sehingga mudah merespons baik secara langsung atau tidak langsung terhadap setiap fenomena yang dianggap menyerang dirinya. Mereka biasanya menyimpan dendam secara terpendam tanpa mengungkapkan secara apa adanya, tetapi paling sering teraktualisasi dalam bentuk lain secara tertunda. Sebaliknya orang yang percaya dirinya tinggi biasanya langsung merespons secara lugas dan tegas dan tidak mendendam.
2. terlalu perfeksionis. Jika akan melakukan sesuatu, terlalu banyak pertimbangan, segala sesuatunya ia perhitungkan sampai ke hal-hal yang sifatnya detil. Mereka selalu ingin tampil dan tampak sempurna. Olehnya itu, mereka cenderung lebih mengedepankan tampilan fisik yang menawan dan tidak cenderung sederhana dalam gaya hidup. Karenanya mereka menanti kepuasan lewat pujian atas penampilannya.
3. sering memiliki harapan yang tidak realistis. Oleh karenanya, idealitas cita-cita mereka tidak serta merta disertai metode real dan praktis. Cara berpikirnya lebih bersifat global jangka panjang dan tidak terlalu mengedepankan penyelesaian jangka pendek yang bersifat problem solver (penyelesaian masalah seketika).
4. tidak memiliki keputusan melangkah yang decisive alias sering mengambang. Dalam memutuskan sesuatu, mereka biasanya melakukan banyak rapat, berdiskusi panjang lebar dan selalu mengkompromikan sejumlah pandangan dan pendapat sehingga teramat sering lamban dan ragu dalam mengambil keputusan. itulah sebabnya, mereka terkadang mengambangkan masalah dan tidak bisa didesak-desak untuk segera mengambil keputusan.
5. takut mengambil risiko alias safety player dan hanya mau bermain di wilayah yang sudah diperkirakan bisa menguntungkan dan menang. Bagi orang yang kepercayaan dirinya rendah, akan selalu bermain di wilayah aman. Olehnya itu, jika sedang atau menghadapi sebuah kompetisi atau pertarungan yang berujung kalah menang, mereka selalu mempersiapkan diri dengan kekuatan pendukung yang maksimal dan akan menghindari wilayah yang diperkirakan penuh risiko. Orang tipe ini, teramat mudah panik dan tidak bisa mengambil keputusan secara cepat jika diperhadapkan pada situasi krisis yang kritis.

Dengan mengetahui hal tsb, saya mengajak anda, mari kita membuka mata hati dan pikiran kita untuk menjadi pemilih/pengikut yang cerdas. Siapapun anda, sementara anda memimpin orang lain dirumah, di tempat kerja, dan di komunitas, sadarlah bahwa karakter anda adalah harta anda yang terpenting. Kehormatan yang harus dimiliki seorang pemimpin menuntut etika yang benar-benar sempurna. Seorang pemimpin bukan saja harus mengetahui yang benar dan yang salah, melainkan juga harus menghindari “wilayah kelabu” (tidak jelas).

Menurut saya, seorang pemimpin itu minimal seperti yang dituliskan oleh Budi Abdipatra dalam bukunya tentang Leadership Plus, dikatakan bahwa kualitas Leadership antara lain: Look to the future, Excellent servant, Attitude, Developing leaders, Responsibility, Relationship. Bayangkanlah apa yang akan terjadi bila leadership without vision, bayangkan bila ada seorang pemimpin yang hanya mengandalkan “pembisik-pembisiknya”??? kemana pengikut-pengikutnya akan dibawa???

John C Maxwell berkata Seorang pemimpin yang baik mendorong para pengikutnya untuk memberitahukannya apa yang perlu ia ketahui, bukannya apa yang ingin didengarnya.

Are you ready???


Actions

Information

2 responses

5 06 2009
sjahrir

visi nampaknya lahir dari pikiran yang orisinal seorang pemimpin, tentang apa yang ia mau capai dengan kepemimpinannya itu.
Maka ia mau kemana dan kenapa, kapan, dengan apa dan seterusnya MEMANG sejak dulu kala sudah dinyataken oleh para ahli bidang KEPEMIMPINAN.
Maka seorang pemimpin yang diangkat karena ditunjuk oleh atasannya saja, tak boleh menyimpang dari VISI atasannya itu. Tapi kalo diangkat oleh proses pemilihan karena VISInya, ia akan lebih menampakkan gayanya yang KHAS serta kepemimpinannya yang tak RAGU. ehhh…ngomong apa saya ini…

24 07 2009
limpo50

PD agak mirip Paduan Dangdut…hehee

Leave a comment