“Keberanian seorang pemimpin besar untuk memenuhi visinya adalah berkat semangatnya bukan posisinya” (John C. Maxwell).
Salam jumpa…
Kali ini saya ingin sharing tentang hasil kunjungan kerja Bapak Gubernur Sulawesi Selatan ke Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan pada hari Senin, 13 April 2009 pukul 08.45 wita – 09.45 wita. Dalam kunjungan kerja ini bapak Gubernur Sulawesi Selatan banyak memberikan arahan yang merupakan motivasi bagi kalangan dinas kesehatan agar bekerja lebih maksimal lagi untuk menyukseskan visi “SAYANG” yang telah dikumandangkan 1 tahun yang lalu yakni pada tanggal 8 April 2008 termasuk Kesehatan Gratis.
Saudaraku,
Kita sudah ketahui dan kenal bersama seorang pemimpi terbesar di abad ke XX yaitu Walt Disney, dimana Walt menghasilkan sebuah mahakarya Disney yakni Disneyland dan Walt Disney World, hanya karena pengalaman dia ketika membawa 2 putrinya ke taman hiburan di Los Angeles dan dia mendapati suatu permainan yang disebut “Carousel” (kuda putar) dan membuatnya terkecoh karena hanya kuda-kuda di lingkran luar saja yang berputar naik turun sementara yang lainnya diam saja, disamping itu kuda-kuda tersebut sudah retak dan banyak yang terkelupas catnya. sejak saat itu Walt mempunyai visi bahwa tak ada cat yang mengelupas, semua kudanya harus bisa melompat!
Visi adalah segalanya bagi seorang pemimpin. Kata A.R. Bernard: “A person without vision for the future, will always go back to the past“. Seorang pemimpin yang tidak memiliki visi takkan ke mana-mana, paling banter dia hanya akan berlari ditempat. Saudaraku, mari kita flashback setahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur yang akrab di sapa “SAYANG”, yang juga memiliki visi untuk menjadikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai provinsi 10 terbaik dalam pelayanan dasar, termasuk Kesehatan Gratis.
Untuk menyukseskan visi tentunya kita juga harus memahami visi dan belajar bagaimana visi menjadi bagian dari hidup yang baik. Minimal kita memahami hal-hal sebagai berikut:
1. VISI DIMULAI DARI DALAM
Anda tidak dapat membeli, mengemis atau meminjam visi. Visi harus datang dari dalam. Jika anda kurang visi, carilah ke dalam diri sendiri. Keluarkan karunia-karunia alami serta hasrat-hasrat anda, jika belum dapat bekerjasamalah dengan seorang yang visinya memotivasi anda dan jadilah mitranya. Charles Swindoll menegaskan pentingnya visi, “visi adalah sesuatu yang penting untuk kelangsungan hidup”. Kemudian sebuah pepatah kepemimpinan mengatakan “Sembilan Puluh Persen Pencapaian sesuatu adalah karena mengetahui apa yang kita inginkan (WYSIWYG – What You See Is What You Get). Hal serupa inilah juga yang sempat ditegaskan oleh Bapak Gubernur Sulawesi Selatan dimana beliau mengatakan bahwa “Pemimpin yang baik adalah Pemimpin yang tahu kemana kita pergi. That’s mean: The Leader must have a vision!!!
2. VISI TIMBUL DARI PENGALAMAN
Visi tumbuh dari masa lalu seorang pemimpin serta sejarah orang-orang disekelilingnya. Seperti kasus Disney, demikian juga bapak Gubernur Sulawesi Selatan, pengalamannya dalam hidup pemerintahan tidak diragulan lagi, sehingga lahirlah visi yang benar-benar dibangun dari pengalaman-pengalaman beliau baik di dalam maupun luar negeri. Sehingga beliau menyarankan agar membangun matrix manajemen melalui :
- pendekatan struktural/kelembagaan
- matriskan konsep & program (first thinking first, sinergity, know the key position)
- ketepatan personal yang mengenal program
- budget yang tersedia
- regulasi
- public opini – media
3. VISI MEMENUHI KEBUTUHAN ORANG LAIN
Visi sejati benar-benar luas jangkauannya. Visi melampaui yang dapat dicapai seorang individu. Jika anda memiliki visi yang tidak melayani orang lain mungkin visi anda terlalu kecil. Contoh mengenai bagaimana telpon dan pesawat ketika pertama kali mau diciptakan tutur Gubernur banyak yang tidak percaya, namun kenyataannya hingga saat ini kedua benda tersebut memenuhi kebutuhan orang lain. Demikian juga halnya dengan Kesehatan Gratis, awalnya banyak yang tidak percaya untuk diterapkan namun kenyataannya dapat dilaksanakan hingga saat ini. Oleh karena itu perlu didukung dengan perilaku yang baik dan menjadikan control sebagai feedbacknya.
Demikianlah beberapa hal yang dapat kita pelajari mengenai pentingnya sebuah visi dan bagaimana mencapainya. Ubahlah mindset anda, bangun matrix manajemen dan dorong dengan perilaku yang baik. Dengan demikian anda boleh tanamkan dalam diri anda seperti ini: DON’T EVER BARRIER YOUR MIND!!!!
See You Next Time…
Recent Comments