Dalam beberapa hari ini, kita turut merasa prihatin dengan apa yang terjadi di Palestina akibat agresi Israel. Tanggapan masyarakat yang dimuat di berbagai media bermacam-macam dengan fokus mengecam aksi tersebut karena melukai orang-orang yang tidak tahu menahu atau tidak mengerti dengan persoalan.
Secara pribadi, saya juga kecewa melihat kondisi dunia yang diwarnai dengan konflik dan peperangan karena masalah agama, membela negara, dan perebutan harta milik. Kecewa karena agama yang seharusnya menjadi rahmat bagi seluruh dunia dan membuat manusia cinta damai justru dipelintir menjadi alat untuk mengobarkan kebencian, konflik dan peperangan.
Saya teringat dengan lagu dari Michael Jackson yang menyampaikan sebuah pesan damai dalam lagunya yang berjudul “HEAL THE WORLD” yang kira-kira artinya seperti berikut:
There’s a place in your heart (ada 1 tempat dalam hatimu)
And I know that it is love (dan aku tahu itu adalah cinta)
And this place that is brighter than tomorrow (dan tempat ini lebih cerah daripada masa depan)
And if you really try (dan jika kamu sungguh-sungguh berusaha)
You’ll find there’s no need to cry (kamu akan menemukan kita tidak perlu menangis)
In this place you’ll feel (ditempat ini kamu akan merasakan)
There’s no hurt or sorrow (tidak ada yang terluka atau berdukacita)
There are ways to get there (ada cara-cara untuk sampai kesana)
If you care enough for the living (jika kamu memberi cukup perhatian pada yang hidup)
Make a little space (memberi sedikit ruang)
Make a better place (menjadikan tempat yang lebih baik)
Reff: Heal the world (sembuhkan dunia)
Make it a better place (jadikan tempat yg lebih baik)
For you and for me (bagimu dan bagiku)
And the entire human race (dan seluruh umat manusia)
There are people dying (ada orang yg sedang sekarat)
If you care enough for the living (jika kamu memberi cukup perhatian pada yang hidup)
Make it a better place (jadikan tempat yg lebih baik)
For you and for me (bagimu dan bagiku)
If you want to know why (jika kamu ingin tahu sebabnya)
There’s a love that cannot lie (ada cinta yg tidak bisa berbohong)
Love is strong (cinta itu kuat)
It only cares for joyful giving (ia hanya menyukai pemberian yang penuh sukacita)
If we try we shall see (jika kita berusaha, kita akan melihat)
In this bliss we cannot feel (dalam kebahagiaan yg sempurna ini, kita tidak merasa)
Fear or dread (takut atau cemas)
We stop existing and start living (kita mati dan mulai hidup)
Then it feels that always (maka, selalu terasa)
Love’s enough for us growing (ada cinta yg cukup bagi kita untuk bertumbuh)
Make a better world (jadikan dunia yg lebih baik)
Make a better world (jadikan dunia yg lebih baik)
And the dream we were conceived in (dan mimpi yg kita bangun)
Will reveal a joyful face (akan menyingkapkan wajah yang penuh sukacita)
And the world we once believed in (dan dunia yg dulu pernah kita yakini)
Will shine again in grace (akan bercahaya lagi dengan indah)
Then why do we keep strangling life (jadi, mengapa kita terus hidup penuh kesulitan)
Wound this earth crucify its soul (merusak bumi ini menyalibkan jiwanya)
Though it’s plain to see this world (meskipun dunia ini ampak jelas)
Is heavenly, be God’s glow (bersifat ilahi, memancarkan cahaya ilahi)
We could fly so high (kita bisa terbang tinggi)
Let our spirits never die (biarlah semangat kita tidak pernah mati)
In my heart i feel you all my brothers (dlm hatiku, aku merasa kamu semua saudaraku)
Create a world with no fear (ciptakan dunia tanpa rasa takut)
Together we cry happy tears (bersama-sama, kita mencucurkan air mata bahagia)
See the nations (melihat bangsa-bangsa)
Turn their swords into plowshares (mengubah pedang mereka menjadi mata bajak)
We could really get there (kita sungguh-sungguh bisa sampai disana)
If you care enough for the living (jika kamu memberi cukup perhatian pada yang hidup)
Make a little space (memberi sedikit ruang)
To make a better place (menjadikan tempat yg lebih baik).
Dunia yang damai memang merupakan dambaan semua orang yang cinta damai. Kita bosan mendengar atau hidup di daerah yang terus menerus dilanda konflik karena masalah agama, invasi negara, atau perebutan harta milik. Kita mendambakan bangsa-bangsa berhenti berperang dan mengubah senjata perang menjadi alat pertanian yang mendatangkan kemakmuran. Hal tersebut hanya bisa dicapai dengan cinta kasih, perhatian, persaudaraan dan toleransi. Semoga…
Philis Dyler, seorang wanita berusia 38 tahun. Ia memiliki wajah yang jelek dan suara parau sehingga ia merasa rendah diri. Suatu kali, ia melihat film opera yang bintangnya cantik dan ia mengeluh, “Seandainya wajahku cantik dan suaraku merdu, aku bisa menjadi seperti aktris itu:terkenal, dipuja-puja, dan punya banyak uang.” ia merasa sedih dan kecewa karena tidak memiliki wajah cantik dan suara merdu seperti aktris yang ditontonnya.
Recent Comments