EQ di Tempat Kerja

7 12 2008

p10146503Bonjour…
Dalam beberapa minggu terakhir ini, marak di kalangan pegawai pemerintah provinsi Sulawesi Selatan di lakukan pelatihan ESQ. Suatu kegiatan yang menurut saya memang perlu dilakukan dengan melihat kondisi saat ini, khususnya dalam kondisi kerja, yang terkadang karena kondisi tersebut membuat kita membiarkan kata “hati nurani” tidak lagi didengarkan.

Berikut ini saya tuliskan sebuah kisah yang saya kutip dari sebuah buku yang pernah saya baca (mungkin yang lain juga sudah pernah membacanya namun tidak ada salahnya untuk kita saling mengingatkan) yang ditulis oleh Parlindungan Marpaung dalam buku Setengah Isi Setengah Kosong: EQ di tempat kerja. Buku itu bercerita begini…

Dua orang pegawai, sebut saja Badrun dan Bahrun sama-sama bergabung sebagai pegawai baru di sebuah kantor. Tingkat kecerdasan yang mereka miliki (IQ) relatif sama.

Untuk meningkatkan kompetensi karyawan, kantor tempat mereka bekerja memberi kepada karyawan untuk mengambil kuliah sore. Dalam hal ini, Badrun tampaknya lebih aktif, sedangkan Bahrun-karena kesibukannya-tidak memiliki kesempatan serupa. Akan tetapi, pengetahuan Badrun yang semakin banyak ternyata tidak sebanding dengan caranya membawa diri di tengah lingkungan kerja.

Kerapkali dia sok pintar dan memotong pembicaraan orang tanpa mengenali dulu isi pembicaraan tsb. Tidak hanya itu, banyak keluhan yang muncul dari teman-temannya terhadap sikap Badrun. Hanya karena masalah sepele dia sering menunjukkan raut muka tidak bersahabat, membanting telepon ketika idenya tidak diterima, dsb.

Alhasil, Badrun semakin tidak disenangi oleh pelanggan maupun rekan-rekan pegawai. Sementara si Bahrun, yang notabene tidak memperoleh tambahan pengetahuan untuk mengembangkan diri ternyata memiliki tingkah laku yang berbeda dalam membina relasi. Dia lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Baginya, teman-teman kerja dan atasan adalah orang yang harus didengarkan serta dilayani sungguh-sungguh. Bahkan, di hadapan rekan-rekan kerja dan pimpinannya dia memosisikan diri sebagai pelayan.

Bahrun tahu bagaimana membagi waktu yang proporsional antara kepentingan pribadi dan kepentingan perusahaan. Ketika dia memegang dana anggaran belanja di kantor, dia mampu membuat pos tersendiri agar tidak berbaur dengan uang pribadinya. Di tengah-tengah unit kerjanya dia adalah smart people-pegawai yang disenangi. Alhasil, dalam waktu yang tidak terlalu lama Bahrun telah dipromosikan menjadi salah satu pejabat dilingkungan perusahaannya, mendahului rekan seangkatannya, Badrun.

Ilustrasi di atas kiranya dapat menunjukkan bahwa Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence-EQ) Bahrun lebih menonjol dibandingkan Badrun. Daniel Goleman (1999) mengatakan bahwa EQ merujuk pada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi secara tepat. EQ akan saling melengkapi dengan Kecerdasan Intelegensi (IQ) sebagaimana yang sudah kita kenal. Walaupun demikian, keduanya tidak selalu berjalan secara paralel. Tidak semua individu yang memiliki IQ yang menonjol akan memiliki EQ yang menonjol pula.

Selanjutnya, Goleman juga memberi istilah Kecakapan Emosi, sebagai hasil belajar yang didasarkan pada Kecerdasan Emosi. Kecakapan Emosi sendiri, menurutnya dibagi dalam dua hal: Kecakapan pribadi dan Kecakapan sosial. Kecakapan pribadi akan menentukan bagaimana kita mengatur diri sendiri, dimana hal ini mencakup kesadaran diri (self awareness), pengaturan diri (self regulation), dan motivasi (motivation). Sedangkan Kecakapan sosial sangat berperan ketika kita berhubungan dengan orang lain, diantaranya mencakup empati (emphaty) dan keterampilan sosial (social skill).

Seorang pegawai yang memiliki kecakapan emosi yang menonjol akan memunculkan tingkah laku kerja yang “smart” (cerdas), terutama dalam berhubungan dengan orang lain. Dia akan menyadari posisinya saat ini serta mampu memimpin dirinya sendiri dalam menyelesaikan pekerjaannya, sekalipun pimpinannya tidak ada di tempat. Cara dia menjalin relasi, baik dalam hubungannya dengan pekerjaan maupun pertemanan, menunjukkan cara pengelolaan diri (self management) yang proporsional.

Seorang pemimpin yang memiliki kecakapan emosi proporsional akan mampu “membagi hidup” kepada pengikutnya sebagai model yang efektif untuk menggerakkan roda organisasi atau unit kerja. Kemampuannya memimpin diri sendiri secara tidak langsung menjadi teladan yang efektif bagi pengikutnya untuk menemukan hikmah tentang bagaimana cara pemberdayaan diri yang optimal. Pemimpin yang memiliki kecakapan emosi yang menonjol akan lebih banyak bekerja daripada sekadar memerintah atau sibuk dengan disposisi yang tidak terarah. Pemimpin yang ber-EQ optimal juga mampu mengendalikan diri dengan proporsional dan mementingkan kepentingan staf serta organisasinya.

Para ahli menemukan bahwa sistem pola asuh ternyata banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan kecerdasan emosi seseorang. Di samping itu, faktor kegagalan-kegagalan yang bertubi-tubi juga turut mempengaruhi EQ seseorang. Faktor lingkungan, dimana yang bersangkutan hidup dan berelasi, ternyata sangat memberi warna terhadap kecerdasan emosi seseorang.

Penilaian EQ tentu menjadi satu hal yang menakutkan bagi seorang karyawan setelah dia menyadari bahwa EQ-nya tidak terlalu menonjol. Apalagi ketika tuntutan EQ menjadi fokus utama dalam pemberdayaan karyawan, baik dalam rangka jenjang karier maupun pengembangan pribadi. Namun, satu hal yang paling berbahaya adalah ketika seseorang tidak menyadari bahwa EQ-nya sangat dangkal dan bangga dengan gelar, pengetahuan, atau jabatan yang dimilikinya.

Oleh karena itu, perlu beberapa langkah praktis untuk membangkitkan Kecerdasan Emosi menuju Kecakapan Emosi yang maksimal. EQ tidak ada yang permanen, dalam arti kata dapat diubah (ditingkatkan). Inilah tekad untuk memulai langkah pertama, yakni mengenal kekuatan dan kelemahan diri terutama dalam berhubungan dengan orang lain. Beberapa cara dapat dilakukan, diantaranya dengan meminta feedback (umpan balik) dari orang lain-terutama rekan terdekat-tentang tingkah lakunya selama ini. Tingkah laku yang sudah proporsional dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan yang dirasa kurang dan tidak proporsional sebagai seorang karyawan atau pimpinan tentu harus diubah.

Selanjutnya adalah membiasakan diri berlatih, bertemu, dan berelasi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Kerapkali kita terjebak untuk membina relasi dengan orang-orang yang sepaham, bebas konflik, dan alergi terhadap perbedaan pendapat. Padahal, semakin sering kita berelasi dengan orang lain, maka kita semakin terlatih untuk menyadari siapa diri kita ditengah-tengah lingkungan yang beraneka ragam tsb. Kemudian yang terakhir adalah dengan belajar memimpin diri sendiri sebelum kelak kita memimpin orang lain.

Harapan saya, apa yang telah dilakukan pemprov Sulsel dengan pelatihan ESQ tsb dapat meningkatkan kecerdasan dan kecakapan emosi & spiritual para pegawai demi membangun bangsa dan negara tercinta Indonesia pada umumnya dan Sulawesi Selatan secara khusus. Semoga…





IMPORTANT FOR WOMAN

6 12 2008

Informasi ini perlu dibaca oleh kaum hawa.

Hati2 buat para wanita…!! (juga buat para lelaki yang merasa punya wanita yang dikasihi)

PERTAMA :

Katanya, sekarang ada cara baru pemerkosaan terhadap wanita. Yang terjadi seperti ini, seorang cewek melihat ada seorang anak kecil dijalanan sedang menangis.. Merasa kasihan, ia menanyakan apa yg terjadi pada anak tersebut.”Aku tersesat, bisakah mengantarku pulang?” Lalu anak kecil itu memberikan selembar kertas yg berisikan alamat rumahnya.Karena cewek itu termasuk orang yg baik hati, tidak menaruh curiga apa2 dan membawa anak tersebut ke alamat yg tertera. Ketika tiba di “rumah” anak kecil itu, ia menekan bel, tiba2 ia kaget karena bel tersebut bertegangan tinggi dan lalu pingsan. Ketika ia terbangun pada hari berikutnya, ia mendapati dirinya dalam keadaan telanjang dalam sebuah rumah kosong Ia tidak pernah melihat wajah penyerangnya. Itulah sebabnya sekarang ini penindak krimal mencari sasaran pada orang2 yg berbaik hati. Jika terjadi masalah seperti ini :

JANGAN PERNAH MEMBAWA ANAK KECIL TERSEBUT KE TEMPAT YG DIMINTA. JIKA MASIH TERUS DIDESAK, BAWALAH ANAK TERSEBUT KE KANTOR POLISI.

Anak yg tersesat paling bagus dibawa ke kantor polisi.. Tolong sebarkan kepada teman2 kalian semua terutama yg cewek2, istri, adik perempuan. HARAP BER-HATI2.

KEDUA :

Saya mendapat informasi penting dari seorang kawan. Please soon forward this such news ya…!!

Telah beredar sebuah obat baru yang bernama “Progesterex” (you may check the internet for the availability) . Obat ini adalah pil kecil yang digunakan untuk mensterilisasi. Obat ini sekarang dipakai oleh para pemerkosa pada perayaan pesta, Pub, Discotique untuk memperkosa dan mensterilisasi korbannya. Progesterex pada dasarnya dijual pada beberapa dokter hewan dan toko binatang, dan digunakan untuk mensterilkan hewan besar. Obat biasanya digunakan bersamaan dengan Rohypnol (Roofies) semacam obat bius pembeliannya harus menggunakan resep dokter (tahu sendiri dinegara yg tercinta” Indonesia , you have money you can buy almost everything). Rohypnol ini semacam effervescent tablet yang cepat larut didalam air. Pelaku hanya tinggal memasukan Rohypnol dan Progesterex kedalam minuman mereka berdua dan Korban tidak akan pernah ingat apa yang telah terjadi pada malam/pagi/siang/ sore itu dan Progesterex akan membuat si wanita TIDAK AKAN HAMIL, sehingga si pemerkosa akan tetap bebas berkeliaran without worry about having apaternity test indentifying him beberapa bulan kemudian. Tetapi yang perlu diperhatikan, EFFECT PROGESTEREX TIDAK SEMENTARA.Progester ex dibuat untuk mensterilkan kuda,jerapah dan binatang besar lainnya. Setiap wanita yang telah meminumnya TIDAK AKAN PERNAH MENGANDUNG LAGI SEUMUR HIDUPNYA. Jadi BERHATI-HATILAH bila pergi ke PUB atau CAFE atau dimanapun anda berada dan jangan menerima minum dari sembarang pria yang tidak anda kenal dengan baik. Believe it or not, there is even a site on the internet for the drug, telling people how to use it.

Tolong, teruskan Email ini kepada setiap Perempuan yang anda kenal!!!!

beware ya all pren sejawat tolong ente jaga dech yang namanya harim2 ente karena di luar banyak orang bahlul

banyak orang laki2 yang pengen gratis alias ora mbayar, tapi if suka sama suka ya qta kembalikan risk dan benefitnya pada ente semua.

=Special thanks to my friend, Robby=





PELAYANAN KESEHATAN GRATIS

6 12 2008

IN BOGORBonjour…

Baru-baru ini, kami melakukan semiloka Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut Pelayanan Kesehatan Gratis di Sulsel. Semiloka ini dititik beratkan pada evaluasi pelaksanaan yankes gratis terhitung tanggal 1 juli hingga saat ini. Hasilnya sangat LUAR BIASA!!!!!!

Luar biasa antusias masyarakat dalam pemanfaatan sarana dan pelayanan kesehatan dan luar biasa juga provider kesehatan memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Pemerintah provinsi telah memenuhi janjinya untuk memberikan bantuan dana kepada kab./kota dan kab./kota juga berupaya untuk memenuhi kebutuhan puskesmas dan RS dengan menyalurkan dana tersebut kemasing-masing unit pelayanan.

Perjalanan kurang lebih 5 bulan telah membawa arti khusus buat masyarakat di Sulsel, namun buat provider kesehatan hal ini berarti sebuah tantangan lahir dan batin. Bagiamana tidak, secara lahiriah, dengan semakin banyaknya masyarakat memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan memberi 2 arti, pertama hal tsb dapat menunjukkan bahwa angka kesakitan dalam suatu wilayah itu tinggi (dengan kata lain status kesehatan wilayah tsb rendah) dan arti kedua adalah kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan sarana kesehatan meningkat (akses masyarakat dari sisi biaya bukan lagi menjadi hambatan). Secara batiniah, dengan meningkatnya kunjungan masyarakat ke sarana pelayanan kesehatan, petugas kesehatan dituntut senantiasa berada dalam kondisi prima, harus selalu memberi Senyum, Salam dan Sapa kepada seluruh pengunjung (client or pasien), apapun kondisi pasien/client, petugas kesehatan harus memberikan yang terbaik kepada masyarakat, padahal kita semua (pasien dan petugas) sama-sama manusia yang punya keterbatasan, sering nilai-nilai kesabaran menjadi hilang dalam diri kita hanya karna sesuatu hal yang sebenarnya tidak penting untuk dipersoalkan….

Hasil semiloka tsb, membuahkan beberapa point untuk diperbaiki khususnya point-point yang harus ada dalam pedoman pelaksanaan & petunjuk teknis pelayanan kesehatan gratis. Point kepesertaan misalnya, diharapkan tidak ada lagi batasan-batasan yang terlalu mengikat, hal ini ditegaskan oleh kadinkes Sinjai karena hal tsb dapat membelenggu tatanan yang telah dibangun sebelumnya, dari point pelayanan baik di puskesmas maupun di RS perlu mempertegas jenis pelayanan mana yang benar-benar gratis dan mana yang tidak gratis, dari point pembiayaan, disarankan agar pemberlakuan tarif pelayanan perlu segera direvisi dan disesuaikan dengan tarif yang berlaku di Jamkesmas (versi Depkes), perlu juga menjadi perhatian mengenai biaya obat-obatan, jasa medis dan paramedis, sementara dari point pengawasan, perlu optimalisasi tim pengendali dan verifikator tingkat kab./kota, perlu dibuatkan payung hukum (PERDA) pelayanan kesehatan gratis tersebut.

Hal menarik dan menjadi perdebatan yang alot adalah masalah distribusi bantuan dana yang disalurkan oleh Pemprov ke Kab./Kota, beberapa kab./kota ada yang sudah dapat memanfaatkan tetapi ada juga kab./kota yang belum dapat menggunakannya karena bantuan tsb dihitung menjadi PAD. Hal ini butuh kesepahaman untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman pada saat dilakukan pemeriksaan oleh aparat pengawas fungsional.

Tindaklanjut yang perlu segera diambil adalah mereview manlak dan juknis agar dapat disebarluaskan kembali kepada masyarakat hal-hal yang menjadi hak dan kewajiban masyarakat dan provider kesehatan. Memasuki tahun 2009 yang merupakan tahun ke 2 dalam tahapan ujicoba pelayanan kesehatan gratis ini, pemprov melalui Dinkes Provinsi telah menyusun berbagai agenda kegiatan antara lain mengenai penyusunan PERDA, Disseminasi Informasi melalui media (cetak dan elektronik), Monev dan Bindal serta Semiloka yang dikhususkan bagi akademisi, wartawan, & LSM. Di tahun 2009 diharapkan ada bayangan dalam memasuki tahapan ke dua untuk pengembangan pelayanan kesehatan gratis di tahun 2010-2011…Semoga!!