LEARNING ORGANIZATION

19 11 2008

pa1210682Hari ini, 19 November 2008, kata ini kembali saya dengar… Saya tidak terlalu memahami secara mendalam tentang learning organization (LO) ini meskipun sudah sering disebut-sebut dalam setiap rapat/seminar/diskusi. Secara bebas dapat saya katakan bahwa LO berarti pembelajaran organisasi. Sejak era desentralisasi, berbagai bentuk kegiatan peningkatan kapasitas lembaga dilakukan, salah satunya adalah LO ini. Namun dalam perjalanannya, nampak bahwa praktek dilapangan masih tersendat-sendat bahkan hampir dikatakan “mati”. Pertanyaannya adalah ADA APA?????

Saat ini hampir tidak ada lagi rasa saling menghormati “sipakatau” antara satu dengan yang lain, hampir tidak ada lagi saling peduli alias e-ge-pe…nilai-nilai luhur budaya ketimuran hanya menjadi topeng, sehingga kita selalu dibungkus dengan kemunafikan, prinsip “SDM: selamatkan diri masing-masing” selalu menjadi fokus pikiran dan tindakan kita…iiihhh.

Dimana seharusnya dimulai sebuah pembelajaran, top leader kah, middle kah atau dimulai dari staf? Pendapat saya seharusnya dimulai dari diri sendiri, pembelajaran itu berawal dari pribadi lepas pribadi, bukan dengan paksaan, bukan dengan tekanan tetapi dari hati, dari kesadaran untuk menjadikan segala sesuatu menjadi lebih baik. Namun tidak dapat disangkali bahwa dalam sebuah organisasi masih ada orang-orang yang berperilaku semau gue, melanggar etika organisasi. Disisi lain, ada juga orang-orang yang berperilaku “patuh dan taat” kepada pimpinan tanpa banyak mengeluh namun tidak menyadari bahwa perlakuan tersebut sebenarnya sudah diluar batas yang seharusnya dilakukan.

Banyak yang harus dipelajari untuk membenahi kondisi organisasi saat ini, ironisnya kita “hampir selalu” memakai contoh-contoh organisasi di negara maju untuk melakukan pembenahan tanpa melihat bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan. Kita selalu terkagum-kagum melihat hasil yang dicapai oleh negara-negara di luar Indonesia, kita terpesona dengan hasil akhir yang dicapai negara tersebut. Ketika ditelusuri lebih jauh lagi apa yang menjadi kunci keberhasilan organisasi tersebut, kemungkinan kita akan saling menatap sambil mengangkat tangan dan berkata kita juga pasti bisa tapi atau berkata bisa..bisa..tapi, entah berapa lagi kata tapi yang akan diucapkan…..

Pembelajaran organisasi merupakan suatu wadah untuk masing-masing individu melatih diri dalam berinteraksi dengan siapa saja, apa saja dan kapan saja. Mulailah dari diri sendiri dan mantapkan niatnya… Good Luck!





Pajak & kemiskinan ???

12 11 2008

Bila membaca judul tulisan ini, tentu ada yang mengatakan: maksud lho?? atau jaka sembung nih, kagak nyambung kali ya?? anyway..busway your comment, it’s all up to you… Ini sebuah pemikiran seorang awam yang tidak mengetahui benar tentang pajak-pajakan tetapi tidak menutup mata tentang situasi yang terjadi disekitarnya khususnya tentang kemiskinan.

Dimana-mana kita sudah sering membaca dan melihat tentang kemiskinan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan, mulai yang se(1) rius sampai kepada yang dua (2) rius..namun kita dapat melihat sendiri hasilnya????

Dalam sebuah tayangan TV swasta di Indonesia, ramai diributkan tentang rencana penurunan BBM, pada saat ditayangkan angka-angka pembelian BBM yang hampir melebihi alokasi anggaran yang diberikan, dalam hati saya bertanya, jika pembelian sebanyak ini tentunya sedikit dari pembelian itu mungkin ada pajaknya. Saya mulai membandingkan setiap kita berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan, pada struk belanja disitu tertulis potongan pajak, gaji pegawai negeri juga ada yang harus bayar pajak, honor-honor juga ada yang kena pajak, bayar telpon, listrik dan air juga ada pajak…(mohon maaf saya tidak terlalu tahu jenis-jenis/istilah-istilah pajak yang ada kecuali pajak bumi dan bangunan atau pajak kendaraan bermotor). Nah, the questions are…apa saja atau seberapa besar kontribusi pajak dalam pengentasan kemiskinan secara khusus dan peningkatan kesejahteraan rakyat secara umum??? Bagaimana masyarakat bisa mengetahui bahwa pajak-pajak yang dipungut dari berbagai sumber tersebut peruntukkannya adalah untuk ini dan untuk itu. Dimana transparansinya, yang saya tahu adalah kita sebagai masyarakat diwajibkan membayar pajak (wajib pajak), namun sejauh mana manfaatnya mungkin belum terlalu transparan informasinya.

Sebaiknya terdapat keseimbangan, masyarakat sebagai wajib pajak tentu juga memiliki hak untuk mengetahui pemanfaatannya sehingga tidak terjadi dusta diantara kita…